Tantangan Pendidikan Kewarganegaraan dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran

Authors

  • Ipah Amelia Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Nida Nadifatun Nafiah Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Amila Amalia Asca Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Masduki Masduki Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

DOI:

https://doi.org/10.62951/prosemnasipi.v3i1.214

Keywords:

Civic Knowledge, Educational Technology, Independent Curriculum, Learning Quality, PPKn

Abstract

This study examines various challenges facing Pancasila and Citizenship Education (PPKn) in improving the quality of student learning. The study focuses on the application of technology-based learning media, students' socioeconomic status, the use of group discussion methods, and the implementation of the Independent Curriculum (Curriculum Merdeka) to improve students' civics knowledge. The study was conducted using a literature review method, examining various journals and scientific articles from the past five years. The study found that PPKn learning still faces various obstacles, such as low student motivation, limited use of engaging media, and suboptimal implementation of participatory learning. Conversely, the use of digital media and group discussion techniques is considered to increase student participation and critical thinking skills. The implementation of the Independent Curriculum also has a positive impact because it focuses more on strengthening students' character and learning experiences. Therefore, collaboration between teachers, schools, and the government is crucial for improving PPKn learning and better aligning it with students' current needs.

References

Basrowi, B., & Juariyah, S. (2016). Analisis kondisi sosial ekonomi dan tingkat pendidikan masyarakat desa. Jakarta: Rineka Cipta.

Branson, M. S. (1999). The role of civic education. Center for Civic Education.

Budimansyah, D., & Suryadi, K. (2008). PKn dan masyarakat multikultural. Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan SPS UPI.

Center for Civic Education. (1994). National standards for civics and government. Center for Civic Education.

Fahmi, I., & Jatmiko, W. (2020). Ketimpangan sosial dan pendidikan: Perspektif kebijakan publik di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Firmansyah, A., Neviyani, N., & Prasetiyorini, P. (2024). Pengaruh status sosial ekonomi, dan bimbingan belajar terhadap prestasi belajar siswa. Journal of Education Research, 5(4), 4330–4334. https://doi.org/10.37985/jer.v5i4.1542

Hasanah, R., Putri, N., & Wibowo, H. (2022). Analisis kesenjangan layanan pendidikan sekolah dasar antara sekolah perkotaan dan daerah 3T di Indonesia. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2), 1–15.

Hernawan, A. H., & Mulyati, T. (2023). Implementasi kurikulum merdeka (IKM) di sekolah dasar dalam mengembangkan profil pelajar Pancasila. Jurnal Elementaria Edukasia, 6(3), 1290–1299.

Kemendikbudristek. (2022). Statistik pendidikan Indonesia 2021/2022. Jakarta: Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikbudristek.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Keputusan Mendikbudristek Nomor 56 Tahun 2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran. Kemendikbudristek.

Kusumawardani, S. S. (2024). Pedagogi kewarganegaraan dan pembentukan civic virtues mahasiswa: Praktik kurikulum pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi. Jurnal Citizenship Virtues.

Manalu, A. (2023). Analisis kompetensi kewarganegaraan dalam Kurikulum 2013 dengan Kurikulum Merdeka mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan pada tingkat sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 2(3), 10267– 10285.

Mulyasa, E. (2021). Menjadi guru penggerak: Mewujudkan pendidikan yang berpihak pada murid. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nugroho, R. (2018). Kebijakan pendidikan: Yang unggul, terbaik, dan transformatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Nurdin, B., Farianti, F., & Lindiawatie, L. (2024). Faktor-faktor penyebab putus sekolah dan dampaknya terhadap perkembangan sosial ekonomi masyarakat. Jurnal Pendidikan IPS, 15(3), 210–225. https://doi.org/10.37630/jpi.v15i3.3363

Parwati, Y., Saylendra, N. P., & Nugraha, Y. (2023). Efektivitas pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam meningkatkan civic disposition siswa pada Kurikulum Merdeka. De Cive: Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Prasetyo, G., & Abduh, M. (2022). Strategi guru dalam memfasilitasi siswa berlatar belakang status sosial ekonomi rendah. Jurnal Basicedu, 6(4), 6591–6598. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3311

Putri, R. A., Fernanda, A., Permata, M., & Salianto, S. (2024). Pengaruh status sosial ekonomi terhadap prestasi belajar siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia. Jurnal Cahaya Mandalika, 5(1), 1–10. https://doi.org/10.36312/jcm.v5i1.2863

Rahayu, D. A., Saputri, L. W., & Djatmiko, A. A. (2024). Implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran PKN berbasis studi kasus untuk meningkatkan civic disposition pada siswa kelas VII di SMP Wahidiyah Karangrejo. ARJUNA, 2(4), 363–374.

Rahmawati, D. (2025). Pemerataan pendidikan wilayah sangat tertinggal melalui Program Indonesia Pintar di Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, 12(1), 45–58.

Rohmah, N., Yulian Sah, M., & Nurtamam, M. E. (2025). Dampak status sosial ekonomi terhadap hasil belajar siswa menggunakan metode systematic literature review. Jurnal Pendidikan Dasar, 6(1), 1–15. https://doi.org/10.20961/JPD.v6i1.100659

Saputra, W. A. (2019). Kemiskinan dan pendidikan: Intervensi kebijakan sosial di Indonesia. Jakarta: LP3ES. Soemantri, M. N. (2022). Menggagas pembaharuan Pendidikan Kewarganegaraan (Edisi ke-3). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sholihah, N., & Amaliyah, S. (2022). Penerapan metode diskusi kelompok dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan keberanian berpendapat siswa. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 10(2), 115–124.

Supit, D., & Gosal, N. M. (2023). Hubungan status sosial ekonomi orang tua dan prestasi belajar siswa. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 9(1), 177–182. https://doi.org/10.31949/educatio.v9i1.4557

Tania, B. J., Subuh, H., & Pangalila, T. (2024). Peran status sosial ekonomi terhadap performa akademik dari perspektif peserta didik di SMK Negeri 1 Tondano.

Tumoutou Social Science Journal, 1(2), 106–113. https://doi.org/10.61476/ndakva68

Ummah, N., Rahmawati, I., & Prasetyo, B. (2025). Peningkatan civic knowledge melalui pembelajaran aktif dan kontekstual dalam Pendidikan Kewarganegaraan. Jurnal Pendidikan dan Kewarganegaraan, 12(1), 22–34.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 31 tentang Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Sekretariat Negara.

Wibowo, A. (2023). Pengembangan Pembelajaran PPKn Berbasis Karakter di Era Digital. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 12(2), 120–132.

Winataputra, U. S., & Budimansyah, D. (2012). Pendidikan kewarganegaraan dalam perspektif internasional: Konteks, teori, dan profil pembelajaran. Widya Aksara Press.

Winataputra, U. S., & Budimansyah, D. (2017). Civic education: Konteks, landasan, bahan ajar, dan kultur kelas. Bandung: Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan SPS UPI.

Zulfa, D. R., & Nuraini, F. (2023). Kebijakan pendidikan afirmatif bagi daerah 3T: Analisis keberlanjutan program. Jurnal Analisis Kebijakan Pendidikan, 7(1), 41– 55.

Downloads

Published

2026-06-17

How to Cite

Ipah Amelia, Nida Nadifatun Nafiah, Amila Amalia Asca, & Masduki Masduki. (2026). Tantangan Pendidikan Kewarganegaraan dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran. Prosiding Seminar Nasional Ilmu Pendidikan, 3(1), 67–76. https://doi.org/10.62951/prosemnasipi.v3i1.214